• Kamis, 29 September 2022

Apasih NFT Itu? Yuk Pahami Cara Kerjanya

- Selasa, 23 November 2021 | 23:59 WIB
Tokomall salah satu marketplace NFT asli Indonesia (mall.tokoscape.com)
Tokomall salah satu marketplace NFT asli Indonesia (mall.tokoscape.com)

Younity.id - Tidak dapat dipungkiri lagi kehadiran NFT atau Non Fungible Token sebagai angin segar di industri kreatif. NFT sendiri merupakan bagian dari teknologi blockchain yang dimana semua aset digital dapat disertakan dengan data dan juga copyright. Mulai dari fine art, ilustrasi, musik, hingga game pun beralih menggunakan NFT. Salah satu yang membuat NFT ini begitu popular adalah sistem royalti untuk para kreator. 

Baca Juga: iPhone 14 Dirumorkan Menggunakan USB C

Beberapa contoh kasus dalam transaksi NFT seperti lukisan yang berjudul Everyday karya Beeple terjual hampir 1 triliun rupiah di balai lelang Christie's. Di Indonesia sendiri, lukisan karya seni NFT pertama yang berjudul "A Potrait of Denny JA: 40 Years in the World of Ideas" telah terjual dengan nilai 1 miliar rupiah.

Lalu bagaimana sih cara kerja dari NFT?

Secara sederhananya, NFT itu adalah sebuah sertifikat kepemilikan digital yang dapat diperjualbelikan secara online yang berbasiskan unit data yang disimpan ke dalam buku besar digital atau ledger yang tergolong dalam teknologi blockchain.

NFT sendiri diciptakan sebagai representasi aset digital atau non-digital, contohnya adalah karya seni digital yang meliputi gambar, foto, lukisan, animasi, koleksi unik, video, dan musik. Selain itu ada pula penganti dokumen-dokumen fisik seperti buku manual, tiket, invoice, dokumen penting, dan tanda tangan digital serta karya kreatif lainnya.

Baca Juga: Mobil Listrik Ini Cocok Untuk Anak Muda Seperti Kalian!

Teknologi blockchain yang mendasari NFT ini memiliki kemampuan untuk mengesahkan aset digital menjadi sebuah kode unik yang tidak dapat digandakan, sehingga menjaga hak kepemilikan menjadi tetap aman. Sebuah karya yang orisanal (dalam bentuk fisik) dapat diolah menjadi digital terlebih dahulu dengan catatan dengan perangkat yang tidak mengurangi dari segi kualitas karya tersebut, kemudian baru dapat dipasarkan dalam bentuk digital. Tidak dapat menutup kemungkinan karya digital ini bentuk fisiknya akan diburu juga oleh kolektor.

Akses salinan file hasil NFT pun tidak terbatas kepada pembeli NFT saja tetapi juga siapapun bisa mengaksesnya. Jadi siapapun yang tertarik terhadap aset NFT tersebut dapat melakukan transaksi dengan mekanisme transaksi NFT. Dengan teknologi blockchain ini, NFT dapat dilacak untuk memberikan bukti kepemilikan yang terpisah dari hak cipta kepada pemiliknya. Jadi, setelah kreator menjual karyanya mereka juga masih bisa mengklaim hasil karyanya sebagai hak cipta serta dapat menjual salinan karyanya sebagai bagian dari royalti. Nah, kreator ini bisa menjual banyak salinan dari karya tersebut dan setiap salinan tersebut memiliki kode unik tersendiri.

Halaman:

Editor: Hafizh Zulfikar

Tags

Terkini

5 Alasan Kenapa Pemasukan Besar Tapi Tabungan Kok Kosong

Selasa, 15 Februari 2022 | 10:35 WIB

Apasih NFT Itu? Yuk Pahami Cara Kerjanya

Selasa, 23 November 2021 | 23:59 WIB
X